Amas “The Next Gemoy” Calon Bupati Siap Majukan Kabupaten Kediri

KEDIRI- Bakal Calon Bupati Kediri Abdullah Amas menyebut sebutan gemoy kepada dirinya dari seorang millenial asli bukan rekayasa. “Itu juga sebutan biasa karena sekarang kan lagi musim gemoy”ujar Amas.

Amas menyebut Bupati Kediri saat ini sudah baik. “Kediri luar biasa bersih dari berbagai isu KKN, tapi tentu masih banyak PR seperti gejolak di desa, kemiskinan ekstrim dan lainnya, makanya yang saya tawarkan adalah Kediri yang lebih maju, karena kita harus kasih skor objektif toh dimasa Bupati saat ini penuh inovasi dan bebas korupsi tapi sekali lagi kita perlu banyak kemajuan-kemajuan lain”ujar Amas

BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Sendiri Menilai kinerja Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang ‘berani’ dan transparan terutama dalam hal keuangan di publik, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Timur memberikan apresiasi. Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut memang dikenal sebagai sosok yang pemberani.

Terlepas dari usianya yang masih muda, Mas Dhito kerap menindak tegas oknum-oknum yang berani ‘bermain’ di belakang. Terutama masalah keuangan dan pelayanan publik. Melihat keberanian dan kinerja tersebut, Kepala BPK Perwakilan Jawa Timur Karyadi memberikan apresiasi secara langsung.

Beberapa waktu lalu, BPK Jatim melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Kediri. Dan kala itu Mas Dhito menyampaikan pemaparan di hadapan Kepala BPK Perwakilan Jawa Timur atas kegiatan Pemeriksaan Laporan Keuangan Perangkat Daerah (LKPD) Kabupaten Kediri Tahun 2022 di Pendopo Panjalu Jayati, Selasa (14/2/2023).

Di hadapan jajaran pemerintahan Kabupaten Kediri, Mas Dhito menekankan kepada setiap SKPD dalam pelaksanaan APBD supaya dilakukan secara tertib, efisien, efektif, transparan dan bertanggung jawab. Perencanaan merupakan salah satu kunci ketertiban dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Untuk itu, Mas Dhito meminta proses perencanaan harus dilakukan secara matang.

“Proses perencanaan yang ugal-ugalan, mohon maaf bukan disini tempatnya, bukan di Kabupaten Kediri, silahkan cari tempat yang lain,” tegas Mas Dhito.

Di sisi lain, Mas Dhito menyayangkan ketika ada SKPD yang berlomba-lomba terlihat bagus dalam penyerapan anggaran, namun program kegiatan yang dilakukan tidak memiliki multiplier effect kepada masyarakat.

“Saya paling tidak mau, selama saya sudah dua tahun 26 Februari besuk tepat diamanati menjadi bupati Kediri, saya tidak pernah meminta apa-apa kepada bapak ibu semua,” tuturnya.

Check Also

Prabowo Dan Prof. Dasco, Kalam Dan Kuasa Membangun Dunia Dengan Indonesia Digdaya

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute) Tiap membahas geopolitik dan krisis global, Prabowo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *