ATUM Institute Sebut Sudah Betul Prof. Yusril Sampaikan Legimitasi Kuat Gibran Sudah Kukuh

ATUM Institute Sebut Sudah Betul Prof. Yusril Sampaikan Legimitasi Kuat Gibran Sudah Kukuh

 

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra memastikan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sudah memiliki legitimasi hukum dan politik yang kukuh untuk bertarung di Pilpres 2024. Menurut Yusril, legitimasi politik dan hukum penting di Indonesia sebagai negara hukum demokratis.

 

Yusril mengatakan pemenang pemilu otomatis akan memperoleh legitimasi politik karena mayoritas rakyat memilihnya. Sementara legitimasi hukum, kata dia, berkaitan dengan persoalan apakah kekuasaan itu sah atau tidak dilihat dari sudut hukum dan konstitusi.

 

β€œDalam pilpres, legitimasi politik dan legitimasi hukum itu penting, dan Prabowo-Gibran dari proses pencalonan hingga tahapan kampanye saat ini sesungguhnya telah memiliki kedua legitimasi tersebut,” ujar Yusril dalam webinar ILDES bertema β€œUpaya Delegitimasi Kemenangan Capres-Cawapres Pilpres 2024”, Selasa (5/12/2023).

 

 

Yusril mengungkapkan, putusan MK Nomor 90/2023 yang menjadi dasar Gibran sebagai calon wakil presiden, dan ada keputusan KPU tentang pengesahan pasangan calon. Kedua dasar itu menjadi landasan hukum dan konstitusi bahwa pencalonan itu sah dan legitimate.

 

Menurut Yusril, putusan MK yang menjadi dasar Gibran mencalonkan dirinya sebagai cawapres adalah putusan yang mengikat dan final. Dia mengakui aspek kepastian hukum dan keadilan merupakan hal yang penting dalam praktik ketatanegaraan.

 

Namun, Yusril mengingatkan bahwa aspek kepastian hukum harus dikedepankan, walaupun aspek keadilan yang akan terus dipersoalkan oleh berbagai pihak.

 

 

“Saat ini, belum tentu menang, tetapi ada gerakan delegitimasi politik terhadap kekuasaan yang mungkin akan memenangkan pertarungan pilpres ini, dan hal ini yang selalu digaungkan,” tandas wakil ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran ini.

 

Lebih lanjut, Yusril menuturkan legitimasi politik itu memerlukan waktu. Namun, kata dia, legitimasi hukum akan selesai dan kuat ketika pelantikan presiden dan wakil presiden pada Oktober 2024 nanti.

 

“Sejarah pilpres kita begitu, memang pejabat sudah dilantik, tetapi masih ada saja gerakan-gerakan yang mencoba mengganggunya, tetapi pada akhirnya gerakan itu redup dan legitimasi politiknya full kepada pejabat yang sedang berkuasa,” pungkas Yusril.

 

Sementara itu Direktur Eksekutif ATUM Institute Abdullah Amas sependapat dengan Prof. Yusril Ihza Mahendra

 

“Tentu kita semua serius bernegara yang tentu soal MK sudah clear bahwa Gibran boleh maju dan tak ada lagi keputusan bernegara diatas MK, jadi apa yang dikatakan Prof. Yusril sudah benar”ujar Abdullah Amas

 

Amas menyarankan kalau tak puas dengan MK silahkan cari negara lain

 

“Orang-orang yang melawan MK ini saya curiga mereka mau berkuasa dengan segala cara walau negara nyaris dibuat mau bubar”ujarnya

Check Also

Prabowo Dan Prof. Dasco, Kalam Dan Kuasa Membangun Dunia Dengan Indonesia Digdaya

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute) Tiap membahas geopolitik dan krisis global, Prabowo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *