Dewan Penasihat Gelandangan Politik Amien Rais Dan JK

Oleh : Abdullah Amas

(Direktur ATUM Institute)

 

SUNGGUH Apes nasib Jusuf Kalla. Disebut sebagai orang tak jelas kalau bawa-bawa Golkar ke Megawati, JK memang tak menjabat apa-apa di Golkar, Dewan Kehormatan ya Akbar Tanjung Ketuanya, Dewan Penasihat Luhut, Dewan Pembina ya dipimpin Aburizal Bakrie. JK malah lebih banyak di NasDem, ada istilah di NasDem dulu kala jadi ormas bahwa NasDem banyak orang-orang Golkar versi JK, JK bahkan sempat disebut Ketua Dewan Kehormatan, dewan penasihat atau apa di ormas NasDem.

JK sudah nampak tua, nuduh Jokowi bagikan bansos masa Pilpres depan Istana, ternyata video lama, gelagapan ditanya konsistensi hak angket partai diluar pemerintah dan jadi tidaknya rencana menemui Megawati.

 

Nasib Naas Amien Rais lebih sengsara lagi, Amien kedapatan mencoba cari muka dengan menyalami Prabowo tapi Prabowo biasa saja bahkan meneruskan jalan ke ruangan sebuah pesta pernikahan yang mengundang banyak Tokoh.

 

Maka Dewan Penasihat Gelandangan Politik perlu dibentuk. Refly Harun cocoklah jadi Ketua Geng, lihatlah bagaimana terbuangnya Refly Harun, dulu teriak-teriak di Twitter bahwa Pilpres mustahil ada kecurangan yang bermakna. Sekarang paling depan membantah teorinya dulu. Eror sejak dibuang Jokowi dari Posisi Seketaris. Screnshot tulisan di Twitter dulu banyak pesan Refly Harun saat waras agar menerima hasil Pilpres.

Nasib apes membayangi Amien Rais dan JK, dikalangan Muhammadiyah sendiri, tentu kita lebih suka melihat yang adem seperti Haedar Nasir dan Muhajir Effendy, saya kira pasca Pemilu, Amien bakal memasuki  fase paling gelap dalam karir petualangannya jadi sengkuni

Check Also

Prabowo Dan Prof. Dasco, Kalam Dan Kuasa Membangun Dunia Dengan Indonesia Digdaya

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute) Tiap membahas geopolitik dan krisis global, Prabowo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *