Lia Istifhama Dinilai Tak Akan Kaget Dengan Kursi Kekuasaan Pasca Dilantik Jadi DPD-RI

Ning Lia Istifhama dinilai tak akan kaget dengan kursi kekuasaan pasca Dilantik sebagai Anggota DPD-RI. Hal ini disampaikan oleh Inisiator Komunitas LIA Indonesia (Lingkar Aspirasi Indonesia) Abdullah Amas

 

“Kalau kekuasaan dan gemerlapnya apalagi fasilitas ini itu dia sudah pernah melihat sebagai keponakan Gubernur toh dia saat Gubernur menang dia selaku keponakan biasa-biasa saja, malah tetap sederhana, beliau khan juga bisa dilihat dari sikap beliau kala Bu Khofifah jadi Menteri dan DPR termasuk juga ayahandanya yang ketua DPW PPP Jatim”ujar Abdullah Amas yang juga menginisiasi Lingkar Insan Cita (LIA CITA) yang berisi alumni dan kader HMI simpati Ning Lia Istifhama yang kata Insan Cita diambil dari spirit profil kader HMI yaitu Insan Cita, seperti juga nama sebuah Graha di Depok yang bernama Graha Insan Cita sebuah pusat perkaderan HMI.

 

Lia dinilai sudah biasa dengan semua itu, tidak ‘nervous’ dan menganggap harta dan tahta hanya sekedar sarana seperti batu tasbih untuk memuji Allah semata, Ning Lia kita lihat lebih dari Sufi dalam memandang dunia

 

Selain itu Ning Lia juga berasal dari dunia seniman dimana jiwa seniman adalah jiwa bebas dan sederhana.

 

“Jiwa sederhana itu mirip seperti Bunda Khofifah Indar Parawansa yang merupakan sosok pecinta alam, dua Tokoh Perempuan NU yang berasal dari akar atau basis kerakyatan yang kuat”ujarnya

 

Amas bersaksi saat di rumah Ning Lia Hobby ning Lia adalah menulis dan terus berkarya. “Ya gimana selera orang khan beda-beda, ada yang hobbynya ya begitu dalam pada ilmu pengetahuan dan ngerawat basis, cuma bedanya orang cinta pada ilmu biasanya lebih suka menyendiri tapi ning lia ini imbang, turun ke masyarakat dan keramaian juga sering, ya mungkin dia cari inspirasi juga saat-saat merenung di mobil dalam perjalanan ke daerah, saya saja lebih suka menyendiri kalau nyari inspirasi menulis kalau rame takut buyar inspirasi”ujar Amas

Dan hal bedanya lagi, kalau biasanya Ning Lia Jadi “Otaknya” Jawa Timur maka berikutnya Ning Lia akan menjadi “Otaknya Indonesia”

Check Also

Prabowo Dan Prof. Dasco, Kalam Dan Kuasa Membangun Dunia Dengan Indonesia Digdaya

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute) Tiap membahas geopolitik dan krisis global, Prabowo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *