Aliansi Massa NU Anti Korupsi (AMUNISI) Desak Semua Dugaan Korupsi Anies Diusut Pasca Pencoblosan

Koordinator Aliansi Massa NU Anti Korupsi (AMUNISI) Wardatul Hasanah menyebut semua kasus dugaan Korupsi Anies wajib diusut kembali aparat hukum pasca pencoblosan.

 

“Kemarin mungkin kalau diusut rawan serangan publik karena Pilpres, tapi kalau habis pencoblosan saya kira kita semua yakin Anies layak diusut kembali semua dugaan Korupsinya”tegas Wardah yang juga pegiat di ATUM Institute itu.

 

Jauh hari, Studi Demokrasi Rakyat juga berbicara, Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto mengungkap dugaan korupsi yang dilakukam Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan.

 

Ia menyebut, dugaan korupsi yang dilakukan Anies bukan hanya dari mulai menjabat sebagai gubenur DKI Jakarta saja melainkan ketika ia menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud).

 

“Pada tahun 2017, tepatnya Jumat (10/3) Andar Mangatas Situmorang melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015. Anies diduga menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat sebagai mendikbud,” ujar Hari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/6/2022).

 

Sampai saat ini, kata Hari, sudah hampir lima tahun laporan dugaan kasus korupsi itu belum ada kejelasan. Padahal, dilakukan secara sistematis.

 

“Mantan Mendikbud Anies Baswedan diduga melakukan korupsi sistematis selama tiga hari acara pameran buku tersebut. Sampai saat ini sudah lima tahun laporan dugaan korupsi Pameran Buku Frankrut menguap tidak ada kejelasan,” bebernya.

 

Baca Juga:

Sindir Gus Miftah Soal Rendang Babi Tak Beragama, UAH Tanya Balik: Sejak Kapan Batik Punya Kewarganegaraan?

 

Setelah persoalan Pameran Buku Frankrut oleh Anies, lanjut Hari menyebut, kemudian Anies sebagai gubernur DKI Jakarta kembali disorot oleh KPK RI terkait penyelenggaraan Formula E yang diduga ada pembayaran Commitment FEE sebesar Rp560 miliar.

 

Tak hanya itu, Hari pun menyebut, setelah KPK RI menyampaikan bahwa dugaan korupsi penyelenggara Formula E sedang dalam penyelidikan. Ada juga jeritan untuk membubarkan KPK RI yang dilakukan oleh sepupu Anies Baswedan yaitu Novel Baswedan.

 

“Bukan rahasia umum jika selama menjadi penyidik KPK RI saat itu Novel Baswedan salah satu orang yang menolak Revisi UU KPK tahun 2019. Sejak revisi UU KPK tahun 2019 kelompok anti KPK semakin menjadi-jadi dalam menyikapi setiap kasus dan kerja KPK RI masa Firli,” ucapnya.

Namun, lanjut dia, di tengah-tengah kerja keras KPK dan Polri dan pengadilan tipikor, stigmatisasi bahwa KPK Firli buruk terus digaungkan disaat penyelidikan dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E Jakarta.

Oleh karena itu, di sisi lain sepupu Anies yaitu Novel Baswedan yang juga mantan pegawai KPK menjerit untuk bubarkan KPK. Hal ini dilakukan Novel diduga karena sakit hati tidak lolos TWK KPK pada waktu itu.

Check Also

Keunggulan Konsolidasi Serta Penguatan Oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Dalam Menghadapi Pilkada

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute) Prof. Dasco merupakan Ketua Harian Partai yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *