Ganjar Pusing, Elektabilitasnya Anjlok, PPP Terusir Dari Parlemen, ATUM Institute Bongkar Faktor Penyebabnya

Ganjar Pusing, Elektabilitas Anjlok, PPP Terusir Dari Parlemen

Nasib Ganjar kian naas, bukan saja elektabilitasnya yang tergerus dan pendarahan setiap hari akibat ulah serangannya ke Jokowi tapi juga suara PPP kali ini nyaris membuat PPP kelabakan menuju Parlemen, nyaris semua lembaga survey menyebut suara PPP anjlok, ditambah kian jauhnya gen-Z dan Millenial dari partai lawas PPP.

PPP Tergerus diantaranya faktor

Wakil Direktur Eksekutif ATUM Institute Wardatul Hasanah menyebut ada beberapa faktor remuknya suara PPP di nyaris semua lembaga survey

“Pertama, Tampilnya Gus Rommy sebagai Ketua MPP PPP padahal pernah ditangkap karena suap dan itu merusak citra PPP”Tukas Wardah

Kedua, Tak totalnya tokoh-tokoh PPP lagi seperti Mantan Wagub Jabar dan Mantan Wagub Jateng Gus Yasin membela PPP, bahkan Gus Yasin nyaleg ke DPD RI bukan mau bantu PPP sukseskan DPR-RI di dapil Jateng. Alasan Tokoh-Tokoh NU tentu heran kenapa Tokoh Tak Mengakar hanya karena punya sumber daya seperti Mardiono yang dipilih Kader PPP memimpin Partai.

“Dan Ketiga, salah Pilih Capres, Ganjar yang pernah sebut senang nonton Film Porno salahnya dimana benar-benar membuat mendidih basis PPP yang santri”Kata sosok yang juga aktivis Federasi Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia ini.

Terlempar Disemua Lembaga Survey

Sejumlah lembaga survei baru-baru ini merilis daftar partai politik diprediksi gagal di Pemilu 2024 untuk masuk DPR RI, Senayan, Jakarta lantaran elektabilitasnya masih di bawah ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar empat persen.
Survei CSIS
Hasil survei terbaru Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan PPP ada di posisi kesembilan dan diprediksi tidak lolos parlemen dengan elektabilitas sebesar 3,5 persen. Kemudian disusul Perindo 1,5 persen

 

Survei CSIS dilakukan dengan metode wawancara tatap muka pada 13-18 Desember 2023. Survei ini menggunakan 1.300 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei kurang lebih 2,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Indikator Politik
Kemudian lembaga Indikator Politik Indonesia mencatat PPP dengan elektabilitas 2,8 persen.

 

 

Survei yang dilakukan Indikator Politik digelar pada 23-24 Desember 2023 dengan melibatkan 1.217 orang responden. Responden dipilih dengan random digit dialing. Margin of error survei +/-2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Survei serupa juga dilakukan Litbang Kompas pad Desember 2023. Litbang Kompas memprediksi ada sembilan partai politik tidak lolos ke DPR.

Di survei Litbang Kompas, PPP justru dikalahkan PSI, PSI meraih 2,6 persen, sedang PPP 2,4 persen.

Pada saat bersamaan, masih terdapat 17,3 persen responden yang belum memutuskan pilihan.

Litbang Kompas menggelar jajak pendapat ini pada 29 November hingga 4 Desember 2023.

Survei Litbang Kompas memakai metode penelitian pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi. Ambang batas kesalahan survei atau margin of error sebesar +/-2,65 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Check Also

KAUP Berqurban, ATUM Institute Ungkap Makna 3 Sila Dari Pancasila Atas Hakikat Berkurban

KAUP yang merupakan wadah Alumni Universitas Pancasila menyelenggarakan Acara Berkurban   KAUP seperti diketahui dipimpin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *