Habis Gas Masuk Jurang, Rindu Yang Terlarang PDIP-PKS

Oleh : Abdullah Amas
(Direktur Eksekutif ATUM Institute)

Jreng! Pasca Anies menyiapkan koalisi dengan Ahok Eh PDIP sepi sekali komentar pembelaan di banyak grup dari pendukung Anies. Seolah mereka berkata tetap di Anies karena tak ada pilihan lain. Pilihannya gas terus, tapi habis itu jatuh ke jurang. Koalisi PKS dan PDIP hanya akan membakar rumput kering emosi dibasis PKS, entah juga dibasis PDIP. Letupan dan pendarahannya juga kemana-mana, bagaimana bisa Cak Imin di 01 dan Yenny Wahid di 03 yang saling baku hantam dengan keras soal PKB kini harus bersatu. Bagaimana menyatukan massa mereka di bawah untuk putaran kedua. Ini jelas-jelas bodohnya dua kubu, isu menyatu di dua putaran sebelum pileg yang otomatis melemahkan militansi kader partai mereka.

Ummat Islam juga makin banyak yang sadar bahwa tak selalu mereka bisa dibohongi PKS. Disana PKS banyak koruptor juga dan sering menabrak syariat. Makanya sering saya katakan kepanjangan PKS adalah Partai Korupsi Syariat. Banyak sekali keputusan diambil diluar Quran dan Hadits maka lebih anehnya lagi kita banyak dibohongi seolah mereka menampilkan diri betul-betul Partai Islam. Apanya yang partai Islam kok dukung calon tak beretik seperti Anies, yang banyak sekali aspirasi Islam tak didukung Anies dan dulu Anies dan PKS sebelum Anies jadi gubernur kerap berlawanan seperti kebijakan Anies saat jadi menteri yang melarang doa bersama

Sebetulnya masing-masing di internal sudah tiarap melihat survey. Bagaimana pula 01 dan 03 menyatu orang di internal masing-masing masih sibuk saling baku hantam. Maka rindu yang terlarang PKS dan PDIP ini hanya gertak sambal buat kubu lain. Mereka sangat lemah dan militansi kader partai masing-masing bisa kendor. Mana bisa basis PDIP menerima Anies dan Basis PKS menerima PDIP beserta Ahoknya, lalu rizieq dari basis ummat dan Ahok dari basis PDIP

Itu makanya mereka pasti kalap kedepan, Drama Korea pun masih mending penuh etik dan romantika, ini Drama tipu-tipu kubu PDIP dan Kubu Anies yang sama-sama kebingungan. Ayolah, Pilpres sudah selesai. Sebaiknya PDIP dan PKS fokus selamatkan partai. Biar habis pilpres Anies dan Ganjar digarap KPK

Check Also

Keunggulan Konsolidasi Serta Penguatan Oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Dalam Menghadapi Pilkada

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute) Prof. Dasco merupakan Ketua Harian Partai yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *