Kini PKS Tak Mau Jauh Dari PDIP, Demi Kuncup Cinta Yang Baru Petualangan Mas Anies

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute)

Anies, Tersenyumlah Meski duniamu hancur. Masih ada PKS yang rela bergandeng tangan dengan PDIP agar kamu tak langsung lebih cepat disapu oleh Politik

Kita masih ingat dengan lantang Presiden PKS Tifatul Sembiring dulu menolak Koalisi dengan PDIP

Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat Pemilu 2009 enggan berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

Presiden PKS Tifatul Sembiring, saat akan mengahadiri mimbar terbuka sebagai juru kampanye (Jurkam) PKS Pusat di Jambi, Rabu kala itu 2009 mengatakan, hasil survei yang dilakukan partainya khusus di kawasan Pulau Jawa, ini, diperoleh suara para kader dan simpatisan PKS lebih suka jika partai tersebut berkoalisi dengan Partai Demokrat dan partai berbasis Islam lainnya.

“Lebih 50 persen para kader menolak bila PKS berkoalisi dengan PDIP,” katanya.

Sementara alasan kader PKS berkoalisi dengan partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu, karena telah mematok ketua umumnya Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden.

Di 2018. PKS juga malu-malu koalisi dengan PDIP meski masih level Pilgub.

Dalam sebuah statment Hidayat Nur Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan tegas menyebut PKS enggan disebut berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meski mendukung Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul-Puti Guntur Sukarno di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan dukungan yang diberikan PKS lebih kepada sosok Gus Ipul karena dianggap berprestasi memimpin Jawa Timur sebagai wakil gubernur petahana.

“Sekali lagi saya tegaskan kami (PKS) koalisi dengan Gus Ipul. Karena tidak ada koalisi antarpartai, yang ada koalisi dengan kandidat. Partai itu pada pemilihan presiden, dikatakan diajukan oleh parpol atau gabungan dari parpol begitu kata UU,” kata Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/1).

—-

Ramai Jadi Perbincangan

Warganet ramai memperbincangkan koalisi PDIP dan PKS dimana PDIP dahulu menjadi kampanye tidak memilih Partai Penista Agama di kantong Pemilih yang ikut kencang disuarakan barisan ormas Keagamaan yang ada di Anies dan banyak beririsan dengan PKS.

NasDem Menolak

Langkah Anies yang makin berani merapat ke PDIP menimbulkan spekulasi kalau Surya Paloh tak lagi semangat usung Anies. Sisanya JK (Jusuf Kalla) namun tak ada jaminan bahwa JK full bantu Anies. Seperti dulu Anies dikerjai JK bahwa kalau dia maju maka pendanaan Anies akan banyak dibantu. Nyatanya saat Pilgub DKI yang banyak berkorban dana adalah Prabowo.

PDIP dan PKS saling mendekat, mereka menyamakan kepentingan agar tak makin merana di Pemilu 2024. Bisa saja Keduanya sama-sama diluar pemerintahan. Sementara PKB dan NasDem tentu paham betapa mengerikannya terus dalam permainan orang-orang cuma jago ‘begaya’seperti Anies dan Ganjar. PKB dan NasDem tak akan mau merana menuruti mau Anies yang sudah ancang ancang Anies cari majikan baru yaitu PDI-Perjuangan.

Ya Janji dan saling tebar pesona terpancang, Menunggu Bang Ganjar dan Anies yang dipinang, tapi kenyataannya Pilpres cuma sekali putaran sayang.

Mas Anies.. Mas Anies, Habis ini mau loncat kemana lagi

Check Also

Mata Air Ideologi, Militansi Dan Kepintaran Siasat Partai, Khususnya Jelang Pilkada

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute) Peran Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *