Kliping Koran Republika 1999 : Prof. Deliar Noor Dan PUI Buat Gebrakan Menuju Pemilu 1999

Kliping Koran Republika 1999 : Prof. Deliar Noor Dan PUI Buat Gebrakan Menuju Pemilu 1999

Koran Republika Kala PUI dikabarkan Jagokan Prof. Deliar Noor maju Capres RI 1999

Bursa capres (calon presiden) kian marak. Partai Keadilan (PK), misalnya, mencalonkan Dr KH Didin Hafidhuddin sebagai calon Presiden (capres). Sementara PUI (Partai Umat Islam) mencalonkan ketua umumya Prof Dr Deliar Noer selaku calon Presiden RI keempat. PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia) mencalonkan Prof Dr BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri dan Sri Sultan Hamengkubowono X.

Menurut Presiden PK, KH Didin merupakan calon yang paling tepat untuk menjadi Presiden RI ke IV. ”Kami tidak ingin terjebak dalam kultus individu dalam memilih pemimpin,” tegas presiden PK, Dr Ir H Nur Mahmudi Ismail MS, kemarin di Jakarta.

Deliar secara rsmi dinobatkan sebagai capres melalui Mukernas pertama di Bandung, kemarin. Namun, Deliar menyatakan partainya akan merundingkan soal calon presiden dengan partai-partai lain. Namun hingga kemarin Deliar sendiri tampak enggan menanggapi secara langsung pencalonan tersebut.

”Itu keinginan sahabat-sahabat di PUI, tapi kita belum tahu keinginan kawan-kawan di partai lain,” ujar Deliar. Dia menegaskan, sebaiknya jabatan presiden tidak menjadi bahan rebutan antarpartai secara buta. Baginya, partai-partai lebih baik mempertimbangkan secara bersama dengan kriteria yang layak.

”Kalau bisa pencalonan bersama akan lebih baik,” ujar Deliar. Dia mengingatkan terdapat keinginan di kalangan masyarakat Islam agar partai-partai berasas Islam bisa bersama-sama, termasuk dalam hal capres.

Proses pencalonan KH Didin sebagai capres, menurut Dr Hidayat Nur Wahid MA, berlangsung secara konstitusional dan demokratis. Karena dihasilkan melalui Mukernas. Setelah beberapa nama terkumpul, maka dilakukan penggodokan oleh Majelis Pertimbangan Partai dan Dewan Syariah PK. ”Kami akui bahwa sebelumnya sudah ada enam nama nominasi (termasuk KH Didin,) yang akan dicalonkan oleh PK, kelima nama tersebut adalah nama politikus, negarawan yang memang bukan berasal dari PK,” katanya.

Pemilihan KH Didin sendiri berlangsung sangat demokratis. Menurut Anis Matta, KH Didin bukanlah pengurus dan fungsionaris PK. ”Namun menurut para pengurus dan kader PK, KH Didin memenuhi kriteria yang diputuskan di Mukernas pertama PK beberapa bulan lalu yaitu Moralis, patriotik, moderat, demokrat, visioner, independen, dan masih muda,” kata Anis.

————————–

Presiden PUI Saat ini, Abdullah Amas menyebut sosok Deliar Noor amat dikenang masyarakat yang peduli sejarah Politik Islam dan Politik Indonesia

“Beliau pernah jadi Tim Pak Harto dan banyak konsepnya dipakai pada sistem Politik Pak Harto”ujar Amas

 

Check Also

Sang Musisi, Tuntas Dan Selesai Jalankan Semua Amanat Prabowo, Termasuk Dari Koordinator Tim Strategis TKN Hingga Tim Sinkronisasi

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute) Saya terus pelajari semakin dalam hal yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *