Muhammadiyah Perbanyak Pembentukan Ranting

Muhammadiyah Perbanyak Pembentukan Ranting

Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta beberapa waktu lalu menghasilkan delapan program prioritas, untuk mendukung implementasi program-program tersebut diharapkan Ranting Muhammadiyah bisa berdiri di setiap desa.

Delapan program prioritas tersebut antara lain peneguhan paham Islam dan ideologi Muhammadiyah, penguatan dan penyebarluasan paham Islam Berkemajuan, memperkuat dan memperluas basis umat, mengembangkan amal usaha unggulan dan gerakan ekonomi Muhammadiyah.

Serta, mengintensifkan dan memperluas dakwah di kalangan generasi milenial (Y), Z, dan alpha, reformasi kaderisasi dan diaspora kader, reformasi organisasi dan digitalisasi, memperluas dan melembagakan internasionalisasi Muhammadiyah.

Demikian rangkuman yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad pada Sabtu (2/12) dalam Resepsi Milad ke 111 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dadang berpesan supaya PWM Sulteng dapat mempercepat pertumbuhan berdirinya ranting di setiap desa tanpa terkecuali. Hematnya, ranting merupakan ujung tombak gerakan Muhammadiyah.

“Kita harapkan jumlah Pimpinan Ranting Muhammadiyah di Sulteng dapat diperbanyak, dan dipermudah syarat-syarat pendiriannya. Sehingga seluruh desa di Sulteng memiliki Pimpinan Ranting Muhammadiyah,” ungkapnya.

Selain menekankan untuk penambahan PRM, Dadang secara khusus juga meminta kepada PWM supaya memprogramkan penguatan ideologi. Program tersebut juga harus sampai pada level ranting, supaya kader memahami dengan jelas ideologi dan gerakan dakwah Muhammadiyah.

Guru Besar Sosiologi Islam juga berpesan supaya setelah pendirian RPM diperkuat dengan pengajian-pengajian materi Islam Berkemajuan. Sebagaimana disebutkan dalam Risalah Islam Berkemajuan, Islam Berkemajuan memiliki lima karakteristik.

Kelima karakter tersebut meliputi berlandaskan tauhid, berpedoman pada Al Qur’an dan Sunnah, melembagakan amal salih yang fungsional dan solutif, menghidupkan ijtihad dan tajdid, wasathiyah atau moderasi, serta mewujudkan rahmat bagi seluruh alam.

“Delapan program hasil muktamar ini harus jadi prioritas hingga ke daerah-daerah,” kata Dadang Kahmad.

Check Also

KAUP Berqurban, ATUM Institute Ungkap Makna 3 Sila Dari Pancasila Atas Hakikat Berkurban

KAUP yang merupakan wadah Alumni Universitas Pancasila menyelenggarakan Acara Berkurban   KAUP seperti diketahui dipimpin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *