Opini Politik 2023-2024 : Politik Adalah Komitmen Bagi Kemanusian Dan Kesucian

*Opini Politik 2023 – 2024*

*“politik adalah komitmen bagi kemanusian dan kesuciaan”*

Episode drama tentang pemimpin dan kepemimpinan terus berjalan sampai detik ini. Setiap episode memungkinkan kita membuka kisah “kemarin” yang dapat saja berjibaku di arena licin tapi menarik, bernuansa licik tapi resik. Repot tapi asyik. Sulit tapi wajib. Ruwet tapi gairah.

Berbahaya tetapi mempesona. Penuh jebakan tapi rindu menarik pesona. Jemu tetapi kembali selalu mempesona. Penuh gejolak tapi semarak. Bisa diperhitungkan tetapi ‘ambyar’ tidak terduga.

Sebuah realita aksi yang kontradiktif seperti tergambar di atas memberi bukti bahwa membibit kebaikan dan kebenaran dalam pelayanan susah-susah gampang.

Tetapi sekali bertumbuh, ia terus bertumbuh dan sampai beranak pinak. Buahnya terukir dalam kenikmatan kesejahteraan bersama dengan nama “Pencapaian bonum commune”(Kebaikan Bersama).

Tahun ini dan beberapa bulan ke depan, sampai dengan hari memilih pemimpin, hendkanya mengajak kita omong tentang tiga di antara berbagai jenis pemimpin, yakni *pemimpin besar, pemimpin tenar dan pemimpin bijaksana.*

Ketiga jenis pemimpin ini mengajak semua kita untuk memilah-milih demi memberi yang terbaik hari ini untuk hari esok atau untuk masa depan.

Masing-masing kita, ada pada jenis mana, suatu tanya untuk *siap sebelum “memberi” di hari pemilihan nanti. Pastikan, “Beri untuk kemanusiaan dan kebangsaan, untuk kesejahteraan, untuk kebersamaan dan untuk kesatuan yang abadi.*

Memang “ke depan” masih misteri bagi kita, namun karena harus dimulai dan bersinergis dengan waktu sekarang, maka “kehendak dan aksi” yang tepat untuk mengcover sesuatu untuk masa depan adalah *memilih seorang pemimpin “yang terbaik” untuk bangsa ini.*

“Memilih yang terbaik” adalah juga “memberi yang terbaik” dari kita, oleh kita, dan untuk kita, agar eksistensi kita, eksistensi bangsa menjadi abadi dalam sejarah, dan bertujuan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan, sementara aspek kesatuan dalam kebersamaan adalah harga mati.

Politik menjadi garang karena pelaku di dunia politik melupakan jati diri politik.

Dunia politik sering diwarnai keinginan pribadi dibandingkan menjadi “pembawa suara kebenaran”.

Politik menjadi miskin, bahkan kehilangan maknanya di tengah masyarakat dengan mengemis keuntungan pribadi, daripada memberikan cinta kepada masyarakat.

Politik pada dasarnya bukan berkaitan dengan rebutan kekuasaan tetapi bagaimana masyarakat dapat tertata dengan baik.

Politik bukan berbicara “aku menang” atau “aku kalah” tetapi bagaimana masyarakat dapat memperoleh suatu kehidupan yang baik dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah karena “pribadi manusia merupakan dasar dan tujuan tatanan dan kehidupan politik”

Roh dalam politik sebenarnya berangkat dari “hati”. Namun, ini bukan sekadar hati.

Hati untuk politik dihidupi dengan “nurani” karena “otoritas harus dipandu hukum moral”

Politik selalu membutuhkan hati nurani dan tunduk padanya karena dia hendak membuat kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk bonum commune

Pemilu bukan tempat adu kehebatan tetapi peristiwa komunikasi hati nurani untuk mewujudkan bonum commune.

Maka, pemilih dan calon yang dipilih selalu mengupayakan kebenaran sebagai yang utama daripada egoisme, janji-janji palsu, atau rasa sungkan, dsb.

 

Pemilu setidaknya bagi masyarakat menjadi suatu ajang pemurnian hati nurani untuk membangun kehidupan masyarakat lebih baik daripada sebagai ajang penodaan hati nurani yang hanya memikirkan keuntungan individual belaka karena *“Politik adalah Komitmen bagi Kemanusian dan Kesuciaan”*

*Politik harus menggunakan hati nurani dan hati nurani sendiri juga harus dipolitikkan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat luas dan demi keadilan bagi seluruh lapisan.*

Merdeka !!!

Check Also

Sang Musisi, Tuntas Dan Selesai Jalankan Semua Amanat Prabowo, Termasuk Dari Koordinator Tim Strategis TKN Hingga Tim Sinkronisasi

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute) Saya terus pelajari semakin dalam hal yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *