PDIP Lepas Rayuan Anies Meski Bakal Kejepit Juga

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute)

Rayu merayu kala kepepet kencang oleh Anies. Jangankan tak kepepet, apalagi kepepet seperti kondisi saat ini. Paloh yang dikenal tajir dan punya pulau pribadi sudah kelihatan ogah-ogahan ngantarkan orang ini. Sisa putaran kedua dan PDIP yang jadi kayu terakhir ditengah ombak besar yang akan menenggelamkan karir Anies.

Namun pujian Anies yang seolah mulai direspon oleh PDIP kemarin menuai PHP seperti halnya gaya PDIP dan gaya Anies. PDIP berbalik mengatakan tak akan mendukung Anies karena orang-orang dibelakang Anies. Kena Prank lah Anies. Makanya di debat cawapres kemarin kelihatan kala tak sadar di sorot kamera. Muka Anies kelihatan lusuh. Lagi siapa pula Anies bagi PDIP. Jangankan kesamaan ideologi, logistik saja Anies megap-megap, konon dana saksi TPS sampai saat ini belum jelas sehingga banyak relawan TPS Anies mengundurkan diri seperti fenomena di Sumut. Potensi Anies juga paling lemah untuk masuk putaran kedua.

Lagipula Anies kelihatan gagal mikirnya. Koalisi kok mau sama PDIP nanti. Sudah tahu PDIP bakal sikat dia karena dia adalah musuh PDIP yang kalo dibiarkan besar nanti jadi ancaman bagi PDIP. Soal adu jurus tipu tipu, Anies dan PDIP ‘rodo’ mirip. Tinggal siapa yang duluan memakan. Tapi mengingat potensi Anies yang melemah saat ini maka lebih berpotensi Anies yang kena duluan

Nasibmu Nies. Sudah banyak ketemu teman setia seperti Jokowi, Prabowo, AHY dan SBY, kaunya yang bikin ulah, nanti kamu tak punya teman dan sendirian meringkuk entah di pojokan panggung atau malah ada yang jebloskanmu ke penjara karena kamu banyak dugaan KKN nya. Kamu lemah, tak punya partai tapi banyak gaya, dilibaslah kamu lengah sedikit nanti pasca Pilpres

Check Also

KAUP Berqurban, ATUM Institute Ungkap Makna 3 Sila Dari Pancasila Atas Hakikat Berkurban

KAUP yang merupakan wadah Alumni Universitas Pancasila menyelenggarakan Acara Berkurban   KAUP seperti diketahui dipimpin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *