PDIP-PKS-NasDem Koalisi, Maka Elitenya Jurus Mabuk, Pasukan Dan Basis Massanya Tidur

Oleh : Abdullah Amas
(Direktur Eksekutif ATUM Institute)

Tim Ganjar diwakili wakil ketua Timnya Andi Widjayanto dan Tim Anies diwakili wakil ketua timnya yaitu Sudirman Said (orang yang pernah dibantu Prabowo di Pilgub Jateng) sudah bertemu sesuai pemaparan TEMPO. Ditambah basa basi kemesraan Ganjar dan Anies-Imin yang saling bersahutan.

Koalisi 01 dan 03 menandakan bahwa keduanya mengalami ugal-ugalan didalam internal tim. Bagaimana Anies-Sudirman mengabaikan suara pendukung di basis massa mereka yang selama ini muak ke PDI-Perjuangan dan bagaimana PDIP yang dengan keras ogah bersama PKS di awal-awal pemilu akhirnya PDIP dan PKS mau mabuk bersama. Belum lagi susahnya menyatukan psikologis Mega dan Surya Paloh. Seperti kita ketahui Mega kalau benci ke orang maka seumur hidup orang itu susah dia mau damai. Kalau Anies jangan ditanya. Sudah hanyut dia.

Satu-satunya ‘kayu politik’ yang bisa dipakai buat dia tak langsung hanyut sisa PDIP. Itu juga Megawati paham betul karakter Anies meski Anies mulai tebar pesona dengan menyebut Mega penjaga demokrasi. Luar biasa, Anies lebih suka memberi ucapan selamat HUT ke PDIP dan Mega daripada memberi apresiasi dan ucapan saat HUT Gerindra yang sudah berjasa besar ke dia. Malah bukan mengapresiasi tapi memberi skor yang diluar nalar ke Gerindra. Apa ini masih disebut manusia beretika. Sejatinya Anies hanya tinggal menunggu penangkapan KPK. Banyak juga dugaan Korupsi Anies, seperti Formula-E, Bansos Covid DKI dan seterusnya

Kalaulah elite dua-tiga partai koalisi maka mereka cuma memainkan jurus mabuk sebelum tenggelam sama sekali. Efeknya juga pasukan dibawah dari PDIP dan PKS pada tidur. Militansi kader mereka kendor. Sekarang pun kelihatan ada gesekan antara NasDem dan Tim Anies. Tak mungkin kader PKS lahir bathin bilang Labbaik Ya Ikhwan PDIP atau juga tak mungkin PDIP di arus bawah lahir bathin senang dengan PKS sambil berkata “Bung, Mari Kita bung PKS saatnya barisan ummat dan barisan Ahok bersatu”. Jadi sebetulnya nabraknya ke dinding sejarah PDIP dan PKS cuma menunggu waktu saja. Orang dari awal sudah ugal-ugalan usung orang dipilpres. Lihatlah respon kader dan simpatisan PKS yang lemas melihat foto kemesraan Presiden PKS Ustadz Syaikhu dan Sekjen PDI-Perjuangan Hasto.

Jadi kita tinggal menunggu episode berikutnya, PKS dan PDIP jurus mabuk koalisi, Pada Pingsan Pasukannya, Masuk Ke penjara KPK Mas Aniesnya.

Kita lihat saja bagaimana gawatnya persilatan politik ketika basis Anies seperti Habib Rizieq dan basis PDIP seperti Ahok beneran kah bisa bersama. Yang ada pasukan bubar atau minimal pasukan banyak yang pingsan kena oplosan lem aibon dicampur air bekas minum mulutnya Anies dan Ahok

Check Also

Keunggulan Konsolidasi Serta Penguatan Oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Dalam Menghadapi Pilkada

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute) Prof. Dasco merupakan Ketua Harian Partai yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *