Prabowo, Program Makan Siang Gratis Dan Surat Al-Maun

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute)

Tak Memberi Makan Orang Miskin adalah bagian dari Pendusta Agama. Tahukah kamu siapa yang mendustakan agama? Alquran menyebut diantaranya adalah yang tidak memberi makan orang miskin.

Sementara kita saksikan sejumlah orang mengolok-olok program makan siang gratis milik Prabowo, padahal program ini sangat realistis dan lebih mudah ditangkap masyarakat daripada janji terlalu muluk-muluk

Memberi makan dan membagi-bagikan makan selalu dalam khazanah agama Islam diberi tempat mulia dalam sejarah. Bagaimana para Nabi bahkan sunnahnya menjamu orang. Lihatlah Bagaimana Senangnya Nabi Muhammad dalam amal membagi-bagikan Makan, indahnya Nabi Musa kala menjamu Bani Israel, Nabi Ibrahim dan Nabi ismail disuruh membagikan makanan setelah membangun Ka’bah dan seterusnya. Ini Amal Istimewa. Mentraktir adalah Sunnah Nabi.

Bahkan kita berharap kelak ada temuan tekhnologi yang membuat Makanan Gratis itu ditempati pada alat yang buat makanan itu tetap enak berhari-hari.

Semoga kalian yang tak sadar berhenti jadi pendusta agama dan penista orang miskin karena mengolok-ngolok program makan siang gratis

Check Also

KAUP Berqurban, ATUM Institute Ungkap Makna 3 Sila Dari Pancasila Atas Hakikat Berkurban

KAUP yang merupakan wadah Alumni Universitas Pancasila menyelenggarakan Acara Berkurban   KAUP seperti diketahui dipimpin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *