Ustadz Teguh Anantawikrama Bicara Hukum Mengambil Keuntungan Berlebihan

Konsultasi Bersama Ustadz Teguh Anantawikrama

(Wakil Ketua Dewan Ulama Syarikat Islam Indonesia Prov Jawa Timur, Wakil Ketua Bakrie Amanah)

Pertanyaan Netizen :

Apa Hukumnya Mengambil Keuntungan Berlebihan Dalam Islam?

Jawaban :

Sabda Nabi; ‘Jika dua barang berbeda jenis, maka kalian jualah sesuai kemauan kalian. ‘” Meski boleh mengambil keuntungan yang sangat besar, Islam menganjurkan persentase keuntungan tidak melebihi standar pasar. Jika melebihi, keuntungan tersebut dinilai al-ribh al-fahisy atau keuntungan yang jelek.

Hal inilah yang membuat nilai-nilai ekonomi kerakyatan terjaga dari tindakan batin kemaruk, rakus dan seterusnya dan bila syariah ditegakkan soal ekonomi seperti yang dianjurkan Rasulullah ini maka harmoni dalam kehidupan masyarakat akan terbangun

Rasulullah sebagai bussinisman pun melakukan ini bahkan terbuka kalau dia ambil untungnya berapa ke konsumen itu sebabnya salah satu yang makin menguatkan orang menggelarinya dengan sebutan Al-Amin artinya terpercaya

Check Also

Mata Air Ideologi, Militansi Dan Kepintaran Siasat Partai, Khususnya Jelang Pilkada

Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute) Peran Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *